Senin, 09 April 2012

Bupati Agam Indra Catri sehari di Madrasah dan Pondok

Pondok Pesantren dan Madrasah bukan sarana pendidikan formal yang hanya dipandang sebelah mata apalagi dianggap sebagai hasil buangan dari sekolah umum. Namun pendidikan agama mampu berbicara ditingkat nasional dalam berbagai bidang studi umum seperti IPA, IPS malah tidak sedikit yang diterima melanjutkan keperguruan tinggi ternama di Indonesia dan Luar Negeri.

Kabupaten agam sebagai basis para tokoh agama, berharap banyak pada pengelola pondok pesantren, Madrasah negeri maupun swasta yang ada lebih serius lagi dalam mengelola serta meningkatkan mutu tamatan. Fasilitas yang memungkinkan sudah saatnya di kabupaten Agam ada Madrasah model. Disamping itu program keagaaman juga disandingkan dengan extra kurikuler bela diri.

Hal itu disampaikan Bupati agam Indra Catri dalam acara seharian di pondok dan Madrasah kabupaten Agam dalam rangka monitoring UAMBN MA yang mengunjungi MAN Kubang Putih, Ponpes Diniyah Pasia, MTsN IV Angkek Canduang dan Thawalib Parabek yang didampingi oleh Kabag Humas Pemda Agam Monisfar, S.Sos, Kakankemenag Agam Drs H. Asra Faber, MM, Ketua Dewan Pendidikan Agam, Drs. H. Khairul Huda dan ketua Pengawas PAI Kankemenag Agam H. Paruhum Nasution, S.Ag, beberapa hari lalu.

Untuk mencapai menjadi orang baik, harus berilmu pengetahun, beramal sholeh dan berbuat selalu yang baik. Sarana untuk mencapai itu banyak terdapat pada Madrasah dan pondok, melalui kerjasama dengan pemerintah, orang tua dan pengelola prestasi dapat diraiah. Bentuk dukungan pemerintah dibuktikan Bupati Indra Catri sebagai donatur tetap dalam program pengkaderan imam khatib dari utusan kecamatan se Agam dilaksanakan oleh Ponpes Diniyah Pasia dan gerakan one day one ayat (satu hari satu ayat) bantuan tunai yang diberikan pada 2 orang siswa MTsN IV Angkek Canduang penghapal 1 juz.

Kepala kantor kementerian agama Kabupaten Agam Drs. H. Asra Faber, MM menyambut baik segala program yang dirancang Pemerintah melalui pendidikan keagamaan, apabila kinerja sungguh, ikhlas sesuai tupoksi, prestasi dan pengembangan karier dan propesi akan terangkat secara tiba-tiba. Utamakan mutu dan pelayanan, biaya mahal, lokasi jauh tidak dipermasalahkan konsumen untuk mendapatkan pendidikan. Pada tahun pelajaran ini 1.157 orang siswa/santri dari 28 Madrasah dan Pondok yang ikut UAMBN, dengan berbagai prestasi program inti maupun extra kurikuler serta pelayanan dan mutu lebih baik, akan merangsang minat tamatan sekolah dasar melanjutkan pada sekolah agama pada tahun pelajaran 2012/2013.

Bagi pelaksana kegiatan pendidikan dan pelayanan masyarakat dijajaran kementerian agama, ikuti aturan,jadikan kerja ladang amal dukung secara penuh bentuk program pemerintah. Jadikan momen sehari Bupati melakukan kunjungan ke madrasah dan pondok pesantren pemicu kerja keras kerja cerdas kerja ikhlas cepat tepat dan bersahabat, disamping menamkan nilai plus dalam artian Madrasah dan pondok sekolah umum (SD,SMP dan SMA) plus, tambah Asra Faber. (Syafrizal)

0 komentar

Posting Komentar